Jumat, 29 November 2013

Mengenal Sang Kandidat Pemecah Rekor 100 Juta Pembaca

Mhardy Mohammad, seorang Pujangga baru yang belakangan ini berhasil menarik perhatian penggemar sastra tanah air. Ia sukses mencatatkan diri sebagai Pujangga Indonesia Terlaris 2012 dan 2013. Ia adalah seorang filosof muda, Penemu dan pencipta program LoveEducation®. Lahir di Makassar pada 23 Oktober 1988 dari sebuah keluarga petani yang sederhana. Ia adalah salah seorang seniman multi talenta yang dimiliki Indonesia. Pujangga pribumi kandidat pemecah rekor 100 juta pembaca ini disebut-sebut akan menyaingi Kahlil Ghibran di suatu hari ("Hanya masalah waktu saja",-Mastra-). Dan seperti yang kita kenali dari karya
Ia memang salah seorang penyair paling berani di Indonesia. Kritikannya setajam silet dan kontroversial, Namun disisi lain, puisi cintanya yang berbahasa indah dan menghanyutkan perasaan membuatnya juga digelari Raja Pujangga oleh para penggemarnya. Ia adalah penulis dari buku:
1. Love Education
2. Mutiara-Mutiara Terpendam Didalam Samudera Al-Quran
3. The Legend Of: Republik Islam
4. Air Mata Langit
5. Merokok Antara Kebutuhan, Kebodohan, & Gaya
6. My Secret Love
7. Jadilah Kamu Generasi Anti Bid’ah
8. Sekeranjang Kritik terhadap Umat Islam Indonesia
9. Tanda Terakhir Sebuah Kenangan Indah
10. Hidup Adalah Sebuah Misi Besar
11. Kemenangan Itu Didepan Mata
12. Aku Adalah Aku!
13. Jangan Percaya Politik!
14. Sorry, I Love You…!
15. Aku Ingin Selalu Tersenyum
16. Serial Petualangan; Raja Pujangga
17. Ketika Banci Jatuh Cinta, Oh No!
18. Jalan Tol Menuju Surga
19. Syair Tuhan
20. Mazhab Cinta

Sekarang tinggal di Jakarta, merintis bisnis general supplier dan multilevel marketing. Bersama GenTA (Gerakan Cinta Sastra), Ia aktif menjadi pembicara dan memberikan pelatihan kursus kilat kepada para
guru dan pelajar di berbagai sekolah sebagai salah satu gerakan untuk membangkitkan sastra tanah air.
Penulis berdarah Bugis ini termasuk seniman yang tidak puas berkarya di satu bidang saja. Selain menulis skenario film, Ia juga aktif menulis lagu beragam genre, jingle iklan, musikalisasi puisi, serta musik instrumental didalam sebuah band bernama x-presi yang ia bentuk bersama sahabat-sahabatnya.

Latar Belakang Gerakan The Big Mission Indonesia



The Big Mission Indonesia adalah sebuah proyek raksasa untuk mewujudkan seorang penulis Indonesia menjadi penulis pertama di Asia dengan rekor 100 Juta Pembaca, Rekor MURI, dan rekor dunia The Guinnes World Records.

Tim The Big Mission terdiri dari tim Mastra (Masyarakat Sastra Jakarta), tim Kompi (Komunitas Pencinta Puisi), dan tim LPI (Laskar Pujangga Indonesia).

Ketiga tim tersebut berkoalisi memilih Mhardy Mohammad (Pujangga Terlaris Indonesia 2012 & 2013) sebagai kandidat pemecah rekor 100 Juta Pembaca. Gerakan ini kemudian disponsori oleh:

1. Anggi Foundation
2. Yayasan Rafflesia
3. Astro Com
4. Oxigonal Plus
5. Tugu Medical Centre
6. Kubangan Prima Karya
7. B4 Convection
6. IGTKI
7. Prima Farma
8. Bodronoyo Glass
9. Sri Jaya Mandiri
10. Rifa Collection
11. Bangun Indo Mulia
12. Bentang Alam Semesta
13. Character Corporation
14. Hakim Kamaruddin (Lawyer)

Berawal dari kota Depok, Jawa Barat, tim The Big Mission akan bergerak keseluruh penjuru nusantara untuk menggalang dukungan demi terwujudnya misi besar ini. 

Selasa, 26 Februari 2013

Ilustrasi Monumen Rekor The Big Mission


Monumen rekor The Big Mission Indonesia adalah sebuah monumen yang akan dibangun untuk mengabadikan rekor 100 Juta Pembaca bagi Indonesia di tingkat Asia. Para pembaca yang sudah terdata didalam Lembar Data Pembaca akan diabadikan namanya di monumen ini. Setiap 5 detik nama para pembaca ditampilkan secara bergantian pada layar digital yang akan dipasang pada monumen The Big Mission Indonesia.

Bagian puncak monumen berbentuk tangan-tangan yang mengangkat "bumi" nusantara merepresentasikan falsafah bawah jika kita sama-sama bersatu, kita mampu mengangkat dan mengharumkan Indonesia dimata dunia.

Monumen ini akan dibangun pada titik nol gerakan The Big Mission. Yaitu disebuah tanah lapang tepi Jl. Baru Juanda, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.