The Big Mission Story

Awal Kisah

          Pada mulanya adalah mimpi, yang merubah ketiadaan menjadi ada, yang merombak keterbatasan menjadi kesempatan. Pada seorang pemuda desa yang percaya akan keajaiban dibalik kerja keras dan ketekunan. Dan melupakan paham pesimisme, melupakan aliran apatisme, menumbuhkan optimisme didalam mengejar kebenaran hukum "Man Jadda Wa Jadda" bahwa siapa yang bersungguh-sungguh maka ialah yang akan berhasil.

          Rekor "100 Juta Pembaca" adalah sebuah misi besar sekaligus sebuah mimpi besar yang sedang dikejar oleh tim The Big Mission Indonesia, dibawah kendali pemuda bernama Mhardy Mohammad ini, gerakan ini bergerak menggebrak panggung sastra Indonesia, untuk kemudian menggugah dunia.

          Apa yang bisa dilakukan seorang penyair ketika buku puisi dianggap "dagangan" yang tak menjanjikan? Apa penyair akan banting setir mencari pekerjaan lain agar tetap bisa bertahan hidup? Bukan itu yang dilakukan pemuda ini...

          Penerbit mana yang berani ambil resiko mencetak buku puisi yang tak dilirik pasar untuk dipajang dan kemudian digudangkan? Ketika mayoritas penerbit menolak buku puisi, apakah penyair akan membungkus dan ikut menggudangkan karya-karyanya? Atau mungkin menyimpannya di suatu sempat yang akan terlupakan? Bukan itu yang dilakukan pemuda ini...

          Cobalah berjalan di toko-toko buku dan lihat ada berapa buku puisi yang dipajang lalu tanyakan seberapa besar pencapaian penjualannya dibandingkan dengan buku-buku lainnya. Coba tanyakan pula kepada orang-orang ada berapa penyair Indonesia yang ia tahu namanya? Jawaban yang akan terlontar adalah jawaban yang senada dengan ini:  
          "Emang masih ada ya buku puisi? kalaupun ada bukunya bisa dihitung jari, diantara ribuan buku yang dipajang di toko ini."  
          "Buku puisi itu udah lama dipajang tapi gak laku-laku!"
          "Saya cuma tahu beberapa penyair itu pun penyair-penyair yang sebagian besar sudah almarhum"

          Demikianlah serentet jawaban senada yang akan mematikan harapan seorang penyair untuk bangga menyebut dirinya penyair, untuk merasa tak penting menjadi seorang penyair, dan untuk melirik pekerjaan lain yang lebih dipandang orang. Namun bukan itu pula yang dilakukan pemuda ini. Ia tetap menjadi seorang penyair yang berdiri diatas kaki sendiri. Diawal gebrakannya ia membuktikan bahwa ia mampu menjual 30.000 eksemplar buku puisi secara independen. Tanpa bantuan penerbit. tanpa bantuan tim marketing, tanpa bantuan Distributor, dan tanpa bantuan Toko Buku. Sebuah pembuktian darinya bahwa buku puisi masih memiliki pesona.

         Jika tak bisa naik kendaraan mewah dengan berbagai fasilitas wah, maka jalan kaki pun jadi untuk tetap sampai ke tempat tujuan. Dan itulah yang dilakukannya, dengan bangga dan penuh percaya diri ia membawa dan mempresentasikan buku-buku puisinya untuk kemudian membuat orang-orang merasa perlu untuk memiliki karya-karyanya. Ia tak beralih profesi, ia mencari nafkah dari buku puisi yang ia tulis. Hatinya miris menahan perih ketika ia mengunjungi toko-toko buku dan melihat betapa langkanya buku puisi. Hatinya terbakar api kecewa dan amarah ketika mendapati kenyataan bahwa buku puisi dianak-tirikan oleh toko-toko buku. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia sedang menciptakan sejarah akan bagaimana profesi penyair kembali dipandang dan berada pada tempat yang sepantasnya.

          Nama pemuda ini Mhardy Mohammad, seorang pemuda dengan segudang gagasan besar di kepalanya. Ia menulis 22 buku, ribuan puisi, dan sekitar 80 lagu bermacam genre, dan setelah berhasil menciptakan suatu aliran puisi baru yang diberi nama "Mhardyan Rhapsody" sebagai suatu persembahannya untuk memperkaya khazanah sastra puisi Indonesia. Di awal kisah ini, salah satu puisi pendek darinya pantas menutup dengan indah bagian ini.

Apa yang membedakan aku dengan yang lainnya
Adalah ketika aku kalah aku tetap bersemangat
Aku menjadikan kekalahan
Bukan sebagai akhir yang memalukan
Aku menjadikan kekalahan
Sebagai awal sebuah perjuangan baru
Aku tak berhenti ketika gagal
Karena bagiku kegagalan adalah undak-undak
Dari sebuah tangga menuju puncak kesuksesan
Perjuanganku tak berhenti…
Perjuanganku tak berakhir…
Karena akhirku hanyalah mati…

>> to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar